Mengenal UTM Link Untuk Analisis Performa Trafik Web

18 komentar

Mengenal UTM Link Untuk Analisis Performa Trafik Web - Hampir semua pemilik website mengetahui dan menggunakan Google Analytics untuk mengetahui performa website mereka. Terlebih untuk mengetahui tentang detail pengunjung situs. Mulai dari jumlah kunjungan, jumlah tayangan, hingga rasio pentalan. Namun sayangnya, hanya sebagian kecil saja yang mengetahui cara yang benar-benar memaksimalkan analisis menggunakan Google Analytics ini.

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mendapatkan laporan secara mendetail adalah dengan menggunakan UTM Link. Dengan menggunakannya, kita bisa mendapatkan insight yang lebih detail dibandingkan jika tanpa UTM. Bahkan kita bisa melakukan A/B testing untuk suatu halaman atau artikel dengan berbagai metode yang berbeda. Sehingga nantinya bisa kita ketahui metode mana yang lebih baik, plan A atau plan B?

Pada artikel ini kita akan membahas seputar UTM Link dan juga cara mendapatkan laporannya melalui Google Analytics.

Mengenal UTM Link Parameter : Pengertian, Manfaat dan Cara Membuatnya

Mengenal Google UTM Link Untuk Analisis Trafik Website

Pertanyaan paling dasarnya adalah, Apa sih Google UTM itu? UTM adalah kependekan kata dari Urchin Traffict Monitor adalah sekumpulan kode unik yang disisipkan pada url sebuah halaman website.

Kode unik tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan pelacakan atau tracking sumber asal pengunjung website. Kode ini berupa parameter yang nilainya akan dijadikan nama atau label pada laporan Google Analytics.

Dengan menambahkan parameter UTM ini pada url halaman website, kita bisa mendapatkan banyak sekali insight.

Terlebih jika kita sedang menjalankan sebuah atau beberapa campaign. Kita bisa mendapatkan informasi yang lebih spesifik dengan memanfaatkan parameter Google UTM ini.

Semisal, kita menjalankan sebuah campaign pengenalan produk baru. Dimana pengenalannya kita lakukan pada platform sosial media, sebut saja Facebook.

Pada Facebook Campaign yang kita buat tadi, kita melakukan dua jenis konten. Sebut saja konten A dengan isi Copywriting berjenis Storytelling, dan konten B dengan isi Naratif atau Deskriptif dari produk yang dikenalkan.

Dengan memanfaatkan UTM Link ini, kita nantinya bisa mengetahui, pengunjung lebih tertarik dengan konten yang mana, apakah A atau B. Sehingga nantinya kita bisa mempertimbangkan dan menentukan langkah selanjutnya untuk campaign kedepannya.

Dari sini secara tidak langsung UTM link juga sangat membantu saat kita melakukan A/B Testing.

Selain insight tersebut, UTM ini juga dapat mengetahui dari mana asal pengunjung kita. Semisal campaign yang kita jalankan tersebut bukan hanya di Facebook, melainkan juga di email, WhatsApp, dan tmTwitter. Maka nantinya bisa kita ketahui, dari sumber manakah trafik terbanyak kita dapatkan. Apakah email, Facebook, WhatsApp, atau Twitter.

Daftar Parameter UTM Link

Setidaknya ada 5 (lima) parameter yang tersedia. Dimana 3 parameter diantaranya adalah bersifat wajib. Dan 2 lainnya bersifat opsional.

5 parameter UTM link tersebut adalah sebagai berikut ini :

  1. utm_campaign [wajib]
  2. utm_medium [wajib]
  3. utm_source [wajib]
  4. utm_term [opsional]
  5. utm_content [opsional]

Contoh url yang sudah disisipkan parameter UTM adalah di bawah ini :

https://www.cloteh.com/2021/04/kohler-intelligent-toilet.html?utm_source=facebook&utm_medium=status&utm_campaign=kohler-indonesia&utm_term=toilet-pintar&utm_content=status-link

Coba perhatikan beberapa parameter yang diberi warna di atas dan silahkan lanjutkan ke penjelasan di bawah ini :

1. Sumber

Diberikan kode utm_source (warna biru) berfungsi untuk menentukan sumber pengunjung. Pada contoh di atas valuenya adalah Facebook. Berarti pengunjung yang masuk dengan URL di atas berasal dari Facebook.

2. Media

Parameter selanjutnya ialah media. Pada penulisannya menggunakan utm_medium (warna hijau). Ini akan sangat bermanfaat ketika dalam satu platform tersedia berbagai media untuk penyisipan link. Misalnya Banner, Anchor Text, atau Button.

Pada contoh URL di atas saya berikan value Status. Karena pada Facebook, link akan saya pasang di status. Dan berarti, pengunjung yang masuk melalui URL di atas adalah pengunjung yang klik tautan di status saya.

3. Campaign / Kampanye

Parameter dengan kode utm_campaign ini memiliki fungsi untuk memberikan nama kampanye yang kita jalankan. Pada contoh di atas saya menjalankan kampanye untuk produk dari Kohler Indonesia.

4. Term

Parameter ini memiliki kode penulisan utm_term berfungsi untuk mengidentifikasi kata kunci berbayar. Jika kampanye berbayar yang dijalankan diberikan tag pada kata kunci tertentu. Maka perlu juga menambahkan kata kunci tersebut pada parameter ini.

Parameter ini bersifat opsional, yang artinya boleh ditambahkan ataupun diabaikan.

5. Konten

Parameter dengan kode utm_content ini untuk membedakan jenis konten yang ditautkan ke link atau halaman website yang sama.

Misalnya URL di atas saya kampanyekan (sponsored) dengan dua jenis konten berbeda. Yakni pada konten A menggunakan Storytelling, dan konten B menggunakan deskriptif.

Maka pada parameter ini bisa di isi utm_content=storytelling atau utm_content=deskriptif. Hal ini sangat bermanfaat saat melakukan A/B testing.

Selain itu, utm_content ini juga bisa dipasang untuk mengidentifikasi link pada tombol (CTA), banner, atau sejenisnya pada landingpage.

Cara Membuat dan Melihat Hasil Google UTM Link

Sebenarnya kita bisa saja langsung menambahkan parameter-parameter diatas ke belakang url kita. Dengan aturan setiap parameter dipisah dengan tanda &. Namun untuk mempercepat pembuatan url dengan parameter UTM maka kita bisa memanfaatkan tool UTM Link Creator.

Caranya ialah sebagai berikut ini :  

  1. Masuk ke halaman Campaign URL Builder,
  2. Isi form yang ada sesuai campaign yang akan dibuat,
  3. Pastikan mengisi 3 form wajibnya, yakni campaign, source, dan medium.
  4. Untuk 2 form lainnya yakni term dan content boleh diisi atau diabaikan,
  5. Di bawah form akan ada textarea berisi url yang sudah disisipkan parameter utm,
  6. Salin url tersebut dan mulai bagikan

Mungkin url akan terasa sangat panjang. Jika dirasa mengganggu bisa diperpendek dengan menggunakan teknologi Shortlink. Terserah apakah ingin menggunakan bit.ly, s.id, atau shortlink lainnya.

Untuk melihat hasilnya bisa dilakukan dengan masuk ke dashboard Google Analytics. Lalu pilih menu Akuisisi (Accuitition) dan pilih kampanye.

Silahkan di ubek-ubek pada tabel laporan yang tersedia. Jika memiliki wawasan yang bagus tentang analisis, maka bisa dipastikan bisa mendapatkan banyak sekali informasi detail kunjungan.

Contoh Laporan Detail dengan UTM Link

Karena terintegrasi dengan G-Analytics, maka pastikan sudah melakukan verifikasi dan memasang kode trackingnya di dalam website, ya.

Disarankan menggunakan Analytics versi lama (UA-xxx) karena lebih mudah untuk dipelajari. Walaupun Analytics versi 7 (G-xxx) juga memungkinkan, namun jujur saya sedikit kesulitan membaca datanya.

Manfaat Penggunaan UTM Parameter Pada URL

Ada beberapa manfaat dari penggunaan UTM pada baris URL. Beberapa sudah saya singgung pada penjelasan di atas.

Manfaat utamanya tentu untuk tracking sumber lalu lintas pada suatu laman. Dimana hasilnya bisa digunakan menentukan strategi kedepannya.

Berikut ini adalah manfaat penggunaan UTM Parameter pada url :

  • Melacak semua traffict kunjungan dari suatu halaman atau campaign,
  • Mengoptimalkan strategi campaign marketing,
  • Media untuk melakukan A/B Testing,
  • Mengetahui mana jenis campaign yang disukai audience,
  • Mendapatkan laporan detail pengunjung, guna menentukan strategi campaign selanjutnya,
  • Mengetahui efektifitas link yang disebarkan di berbagai media,
  • Mengetahui efektifitas CTA yang ada di halaman web,
  • Fungsi analisis lainnya...

Penutup

Pada dasarnya UTM Link Parameter ini adalah suatu alat untuk melakukan analisis terhadap suatu campaign, baik campaign berbayar (iklan/sponsor) maupun campaign gratisan (postingan sosial media atau sejenisnya). Selain itu, dengan UTM parameter ini kita juga bisa melihat tombol mana yang paling banyak di klik oleh audience di landingpage kita.

Mungkin sementara hanya itu saja yang bisa saya jabarkan. Jika sekiranya ada yang belum dipahami bisa ditanyakan saja di kolom komentar ya.

David J. Prasetyo
Blogging, Writing, and Sharing
Terbaru Lebih lama

Related Posts

18 komentar

  1. Bener banget nih mas, itu makanya kadang klo klien kasih kerjaan pun minta backlinknya pake utm, biar kelihatan mana campaign yang efektif mana yang tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah..bisa buat mengetahui kualitas web yang ditanam backlink apakah nyumbang klik atau kunjungan yang baik juga atau ndak hehe

      Hapus
  2. AKu baca pelan2 banget nih hehehe secara kurang paham juga :D Pantesan aku sering melihat di link ada utm-utm seperti contoh di atas. Ternyata ada fungsinya toh hihihi :) Nanti dipelajari lebih lanjut deh. Thanks sharingnya ya mas David :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ada mbak. Awalnya juga bingung ini link apaan panjang amat, eh ternyata pas dipelajari bagus juga. Ehehe

      Hapus
  3. Wahh bermanfaat banget ini
    Aku belum paham sama sekali soalnya
    Cuma paham Google analyticsnya aja hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah paham analytics ntar jadi lebih mudah lagi mas buat maksimalin fitur-fiturnya

      Hapus
  4. Yeah, saya belum bisa bertanya, Kak. Maklumlah, ini pelaan banget bacanya buat memahami. Semoga segera paham. BTW makasih sharing nya.

    BalasHapus
  5. Wih klo udah bahas teknis gini otakku mendadak lemot haha
    Tapi menarik banget ini bahasannya, aku serahin ke pak suami yang sering ngurusin blogku di belakang layar deh. Aku tahunya tinggal nulis aja soalnya haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah mantab nih blogger couple, bagi tugas teknis dan non teknis.. mantab mbak.

      Hapus
  6. Makasih banyak Kak ilmunya. Seperti komentar yang lain, saya pun bacanya pelan-pelan nih sambil mengingat pemahaman saya tentang google analytic. Selama ini buka GA hanya untuk melihat trafik bulanan saja 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah sekarang bisa makin maksimalin ya mbak analytics nya.. jadi bisa buat testing juga mana yang efektif dan mana yang ndak

      Hapus
  7. sip markosip!
    Jadinya kita mkkin paham mana UTM link yg efektif, mana yg tidak ya.
    trima kasih bayak sharing ilmunya ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe senang jika bermanfaat. Makasih mbak nurul

      Hapus
  8. Kalau misal sharenya tidak melalui facebook, berarti yang bagian source itu diisi beda lagi ya mas? Berarti untuk sharing link via medsos yang berbeda, harus disetting utm sourcenya pun beda gitu ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Tinggal sesuaikan aja. Nanti hasilnya bisa dilihat di accuitition > campaign di analytics

      Hapus
  9. bru weroh aku mas utm link iki. Btw iso gawe blogspot dan wordpress mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iso mas... Blogspot, wordpress, webly, sampek html biasa wkwk.. tujuan utamanya sih buat A/B testing.. mau dibuat di landingpage, jalanin 2 iklan di fb, atau lainnya.. nanti kelihatan mana yng efektif

      Hapus
  10. berarti kalau sedang kampanye brand dan dapat kunjungan dari web web yang performanya bagus bisa menaikkan performa blog kita ya.. Ok thanx for share

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email