Aku dan Lingkaran Emas Pertemanan

Posting Komentar

LIngkaran Emas Pertemanan

Oh hai, lama sekali tak menulis di sini. Ya kesibukan dunia nyata cukup mengalihkan fokusku dari bidang blogging dan content writing beberapa bulan terakhir ini.

Atau mungkin aku akan mengakhiri segala aktifitasku di bidang yang aku pelajari bertahunan ini. Entahlah, kita lihat saja nanti jalannya kemana.

Berbagai tuntutan perusahaan dan tekanan hidup cukup membuatku keteteran dalam mengelola fokus. Bahkan agensi kecil-kecilan yang sempat aku bangun juga dengan terpaksa aku hold dulu karena takut tak ter-handle nantinya.

Ya, aku cukup lemah untuk urusan Time Management. Mungkin ada yang ingin mengajariku? Hehehe...

Seperti akhir pekan biasanya, aku hari ini pulang ke kampung halaman. Ya perjalanan 2 jam tidaklah terlalu jauh kurasa.

Biasanya ketika sudah sampai di rumah, maka sisa akhir pekan aku habiskan sepenuhnya di rumah bareng keluarga. Ya hitung-hitung sebagai pengganti hilangnya momen selama sepekan sebelumnya.

Namun, kali ini kucoba untuk menghubungi beberapa teman sekolahku. Ya ajakan ngopi sabi-lah sekali-sekali...

Berkumpullah kita, walau hanya beberapa, belum semua. Melepas tawa, melempar canda, ya tidak banyak berubah sejak SMK..

Lingkaran Emas itu adalah...

Ya, merekalah yang kusebut lingkaran emas.

Mengapa?

Aku sendiri cukup pilih-pilih dalam berhubungan. Ya mungkin aku bisa berteman dengan siapapun, tanpa peduli siapa dan apa di baliknya.

Namun, tidak untuk berhubungan intens (semacam close friend). Bahkan aku menciptakan kelompok-kelompokku sendiri. Mungkin itu yang kalian sebut circle.

Namun, dari banyak kelompok yang aku ciptakan sendiri, baik di tempat kerja, kamar asrama, tetangga desa, hingga dunia luar. Kelompok teman SMK ini lebih menarik untukku.

Bukan masalah waktu hubungan. Karena jika masalah waktu, mungkin teman-teman SMP ku jauh lebih lama mengenalku.

Bukan juga karena kedekatan. Karena jika itu alasannya mungkin rekan kerja dan anak tetangga lebih dekat denganku.

Lantas?

Mereka UNIK dan BERKUALITAS.

DISCLAIMER: aku gak bermaksud menyebut circle lainnya gak berkualitas, tapi circle yang satu ini memiliki nilai lebih diantara lainnya. 

Secara gak ada circle ku yang gak berkualitas. Hehe...

Latar Belakang yang Unik

Aku sebut ini UNIK dan aku cukup bangga dengan alasan ini.

Flashback ke awal masuk SMK...

Jadi aku dulu SMK ambil jurusan Teknik Audio Video. Aku pikir jurusan ini sejenis multimedia, dkv, atau sejenisnya. Ternyata bukan cuy, ini elektronika wkwkwk...

Basic ku yang menyukai blog, grafis dan pengkodean (program) membuatku memilih Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) jadi pilihan utamaku.

Namun karena kalah seleksi, aku musti ambil opsi kedua. Jadi aku pilih Audio Video.

Ya karena aku pikir itu masih sejalur. Dan berharap bisa jadikan ini sebagai media pelampiasan dan dongkrak skill yang kupunya.

Ternyata pemikiran tadi (TAV sejenis Multimedia) itu juga terlintas di beberapa temanku. Sehingga mereka memilih jurusan itu.

Bisa dibilang beberapa temanku itu masuk TAV karena salah jurusan wkwkwk..

Tapi ini yang menjadikannya UNIK. entah ini terjadi di kelasku saja atau kelas lainnya juga.

Aku baru melihat potensi dan keunikan mereka itu setelah lolos kelas 10. Ya, tingkat 2 SMK.

Mereka memiliki potensi yang luar biasa. Dan beda-beda. (Ya mungkin ini berlaku di semua kalangan, tapi ini unik banget menurutmu)

Mereka berani dengan percaya diri menunjukkan skill dan potensi mereka yang sangat jauh dari bahan ajar kelas.

Di kelas kita belajar elektronika. Namun di sisi lain, mereka menunjukan bakat mereka di luar elektro.

Ada yang basic desain grafis, fotografi, videografi, editing, programing, content writing, hingga blockchain.

Walaupun ada beberapa teman yang memang mahir elektronika. Kalian berada di tempat yang tepat brader.

The Golden Circle

Oke, back to topic...

Bukan hanya soal latar belakang mereka yang UNIK. Tapi value mereka yang jauh berkualitas adalah cara pikir mereka.

Ini juga yang membedakan lingkaran ini berbeda dengan lingkaranku lainnya.

Mereka bisa menerima banyak hal dari berbagai sudut pandang. Tak enggan untuk berbagi insight baru dan saling memberikan motivasi.

Seperti halnya malam ini, setelah santapan dihabiskan. Minuman dan kopi tinggal seperlima. Dan masuk jam malam yang nyaris pergantian hari.

Salah satu diantara mereka memberikan insight masalah bisnis dan usaha yang udah dia alami. Jatuh bangunnya usaha, kesiapan mental, hingga step-step yang harusnya gak dia lakukan dia share agar kita bisa jadikan rambu agar tak tersesat.

Beberapa juga berbagi bagaimana dia survive di masa sulit. Dia manfaatkan hpnya untuk mendulang cuan. Bahkan aku menyebutnya nyaris masuk ke financial freedom. Meski tidak memiliki seragam dan pekerjaan perusahaan. Ini yang sebenarnya jadi tujuanku, tapi keren dia bisa dapatkannya lebih dulu. Hehehe...

Tak lupa, Aku, sosok yang selalu haus akan ilmu baru. Segera ku "kosongkan gelas" dan meminta "isi" dari mereka.

Berbagai insight baru aku dapat. Bagaimana cara bermain Cryptocurency, apa-apa yang musti dilakukan dalam dunia Crypto, hingga pola permainan apa yang akan aku ambil mereka berikan insightnya.

Bukan itu saja, mereka juga menyoroti skill dan potensi yang ada dalam diriku. Mereka memberikan pandangan mereka terkait diriku. Mereka bilang aku cukup potential untuk skill di bidangku.

Mereka juga saling memberi support dan saran bagaimana harusnya aku melangkah 

Apa mereka lebih pandai??

No, aku gak peduli mereka pandai atau tidak. Mereka bicara berdasar ilmu yang mereka dapat dari buku-buku, komunitas dan pengalaman pribadi mereka.

Dan itu aset yang sangat amat berharga. Tapi mereka berikan itu cuma-cuma.

Itulah uniknya mereka, berbeda dengan lingkaranku lainnya. Dimana ketika berkumpul hanya senda gurau biasa, melempar tawa, dan melepas stress saja.

Bahkan beberapa circle yang diomongin gak jauh dari Game, Cewek, dan Kesenangannya (yang aku gak paham itu, karena emang gak memainkan, gak kenal, dan gak terlalu menyukai). But, no problem.


David J. Prasetyo
David J. Prasetyo
Cuma sekedar buruh ketik di beberapa web dan media.

Related Posts

Posting Komentar