Migrasi Blog Gak Semudah 'Export - import' Doang

3 komentar

Migrasi Blog Gak Semudah Export Import doang
Aku sudah berulang kali membuat web dan blog. Bahkan dengan berbagai platform atau CMS yang ada. Namun, untuk migrasi dari suatu platfom ke platform lain, ini adalah pertama kalinya.

Dan ternyata, prosesnya sangat-sangat diluar ekspetasi. Ribettt bangett coyy...

Oh iya, aku kasih tau sekaligus peringatin ya, kalau artikel kali ini isinya sebagian besar sambatan aku. Jadi kalau mau lanjut silahkan, kalau nggak ya boleh. Baca artikel ku lain e juga gak papa. hehehe...

 Jadi cerita awalnya ini aku dapat notif di email bahwa salah satu domainku segera expired dalam 30 hari lagi. Kebetulan juga baru cair gaji dari pabrik, yaweslah aku perpanjang.

Tapi mikir lagi, ini blog udah 2 tahunan di blogger. Performanya gini gini aja. Gimana ya kalau aku upgrade aja. Kali aja bisa lebih gagah.

Singkat cerita langsung aku beli dah hostingnya. Aku beli paket terendah dulu sambil lihat performa blog ini nanti gimana. Dan setelah pointing ulang nameservernya ke nameserver hosting, langsung aku install wordpressnya.

Setelah jadi tuh web bisa nampil, aku export blognya dari blogger, dan langsung aku import di blog wordpressnya. Sekali klik, dan Boommm! Semua postingan, komentar, bahkan label langsung terpampang.

Selesai? Untuk proses migrasi memang selesai, tapi untuk masalah-masalah dibelakangnya, busett musingin kepala..

Mengapa Migrasi Blogger ke Wordpress??

Sebenernya aku migrasi dari blogspot ke wordpress ndak seiseng itu juga sih. Tapi memang di worpress aku tahu akan sedikit terbantu dengan beberapa plugin untuk mempermudah tujuanku.

Tujuan utama aku pindah platform ini ialah untuk memperbaiki kualitas SEOnya, khususnya bagian teknisnya. Meski sebenarnya bisa saja dilakukan di blogger, tetapi aku cukup malas untuk berusan dengan barisan kode akhir-akhir ini. Yawes, wp jadi tempat yang cocok buatku rasanya, karena akan terbantu dengan plugin SEO yang tinggal setting-setting saja selesai.

Itu saja? ya serius itu saja tujuanku pindah. Emangnya apa lagi? Untuk ketik-ketik dan posting, semua bisa kok dilakukan di blogger. Edit tema, ya sama aja tinggal isi-isi form saja wkwk

Cara Migrasi Blog Blogspot ke Wordpress

Sebelum aku bahas masalah-masalah dan sambatan yang aku alami dalam pengalaman pertamaku ini, aku akan bagikan dulu cara migrasi dari blogspot ke wordpress secara garis besarnya saja. 

Ada setidaknya 3 tahap yang perlu aku lakukan untuk memindahkan blog ke wordpress. Mulai dari repointing domain, mendapatan file backup, dan restore file backup. File ini berupa xml yang isinya ada seluruh artikel post aku, halaman, beserta komentar komentar yang ada di dalamnya. Ketiga proses itu ialah :

  1.  Pertama yang aku lakukan dalam migrasi blogspot ke wordpress adalah melakuka pointing domain ulang. Sebelumnya aku menggunakan cloudflare sebagai DNS domain sekaligus SSL blogku, sehingga Nameserver dari domainku masih menggunakan nameserver cloudflare. Untuk melakuka pointing domain ialah dengan cara mengubah nameservernya menuju nameserver yang ada di hosting.
  2. Setelah nameserver selesai terpasang dengan sempurna, aku musti punya file backup blognya. File ini bisa didapatkan di Setelan > Kelola Blog > Cadangkan Konten pada dashboard blogger.
  3. Selanjutnya ialah melakukan import  konten pada wordpress. Cara importnya ialah dengan masuk ke dashboard wordpressnya dan pada menu Tools > Import klik run pada pilihan blogger dan upload file yang tadi sudah di dapatkan.

dengan begini semua konten sudah terpublikasi di blog berplatform wordpress. Selanjutya, kita mulai sambatanku wkwkw

Masalah-Masalah Pasca Migrasi

Kukira semuanya usai. Ternyata masih ada lagi  masalah-masalah yang menurutku ruwet banget. Mungkin karena baru pertama kalianya ya, jadi maklumin aja wkwkw..

1. Permalink

IIni jadi masalah utama yang aku alami. Struktur permalink dari blogger sangat berbeda dengan wordpress. Meski bisa saja disamakan, namun akan ada beberapa masalah juga yang menyertai. 

Terlebih jika pada postingan blogger menggunakan permalink custom. Maksudnya permalink di belakang tahun dan bulan ditentukan sendiri. Karena pada pasca migrasi semua permalink postingan bakal mengambil dari judul post. Akibatnya bisa ditebak, ya tentu saja akan eror dengan kode 404 alias tidak ditemukan.

Sebenarnya solusinya simple aja, yakni melakukan pengalihan dari permalink lama menuju permalink barunya.

Lagi-lagi karena mager dan memang sedikit waktu aku coba cari cara instannya dulu deh. Ya, redirect otomatis via .htaccess, header blogger, hingga pakai plugin semuanya nihil. Eh nggak deng, ada beberapa yang berhasil teredirect. Karena memang gak aku custom permalinknya. Biasanya untuk sponsored post heheh..

Setelah pusing dengan permalink yang masih 404 ini, yaweslah aku terpaksa ikutin saran dari beberapa sesepuh blogger yang ada di friendlistku, seperti mas Doel (doel.web.id), pak dhe Andre (lenterakecil.id), mas Baim (softrickinfo.com) dan teman-teman blogger lainnya. Mereka menyarankan untuk melakukan redirection manual.

Kalau dikit postnya oke sih. Tapi untuk 130+ post?? Bisa pegel nih tangan kalau manual semua.. Akhirnya aku putuskan untuk manual redirection beberapa saja yang menyumbang traffic di blogku. Sisanya biarin ae nunggu google merayapi ulang. Anggap ae buat blog baru, mulai dari nol hehehe...

2. Struktur Postingan

Ini sedikit sih. Tepatnya di artikel-artikel lawas. Penyebabnya itu karena di artikel lawas postingan aku biarin apa adanya. Nulis tinggal nulis, gak ada setting-setting. Termasuk tiap paragraf itu masuknya tag <div>, sedangkan pada WP itu tiap paragrafnya masuk tag <p> dan memang itu yang direkomendasikan.

Jadi ya butuh sedikit penyesuaian. Gak terlalu berat sih, karena tinggal ubah mode htmlnya, find "div>" dengan "p>".

Untungnya pada artikel baru semuanya sudah aku pakai tag <p>. Setidaknya setahun terakhir mulai aware untuk optimasi teknisnya.

3. Teknis Optimasi Lain

Beberapa hal yang aku lakuin lainnya masalah teknis itu antara lain. Penempelan ulang kode analitik, kode verifikasi, dan kode-kode lain. Dan juga setting beberapa plugin sebagai penunjang, seperti Rankmath, dan WPRocket,.

Selainnya sudah aku biarkan sih. Tinggal posting doang sekarang mah hehehe..

Penutup

Mungkin kalau disuruh memilih migrasi atau build dari awal, aku akan memilih build dari awal aja deh. Hehehe.. alasan sederhanya ya kalau buat web kita tahu betul mana yang udah dan mana yang belum. Kode ini untuk apa, dan itu untuk apa. ini ngarah ke sini, itu kesitu. da lain-lainnya.Sedangkan kalau migrasi, serius aku bingung ini itu buat apa.

Apalagi karena sempat 404 di beberapa link, khususnya yang udah punya posisi, mau gak mau di ikhlaskan untuk hilang sementara dari peredaran hasil pencarian. Serius hilang. Cuman beberapa itupun juga 404. Tapi tenang aja sih, kata pihak google itu cuman sementara selama down atau 404. Kalauudah balik dan normal akan dikembalikan seperti semula. Semoga aja.

David J. Prasetyo
David J. Prasetyo
Cuma sekedar buruh ketik di beberapa web dan media.

Related Posts

3 komentar

  1. Kebetulan mau migrasi dari blogspot ke WP, jadi rada was was nih :'

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh gapapa mbak. Jangan takut mencoba. Ilmu terbaik itu dari pengalaman hehe

      Hapus

Posting Komentar